Tuesday, September 13, 2016

This Is My Life...

Aku menulis cerita ini bukan untuk menyombongkan diri maupun bermegah atas hidupku. Aku hanya ingin berbagi tentang pengalaman imanku yang kurasakan selama hidupku ini. Kuakui tidak mudah menjalaninya, tapi apa dayaku, selama Tuhan masih mengijinkanku bernapas di dunia ini, aku hanya bisa berserah untuk melakukannya sebaik mungkin. Aku sebagai manusia memiliki keterbatasan akal dan pikiran, tetapi aku memiliki Tuhan yang tidak terbatas.


Aku dilahirkan dalam keluarga Kristen sehingga selama hidupku sejak mulai sekolah hingga aku lulus kuliah, semua pendidikan yang kujalani berlatar belakang Kristen. Aku sudah mengenal Tuhan berkat keluargaku yang mengajakku untuk beribadah di Gereja Baptis Bandung, dan disanalah untuk pertama kalinya aku diajari untuk mengenal Tuhan. Aku menjalani kehidupan bergereja sebagai suatu rutinitas yang harus kujalani setiap minggunya sampai pada suatu hari, aku ingat saat itu aku masih menginjak usia sekolah kelas 2 SD, kakak perempuanku mengajakku untuk berdoa supaya aku menerima Tuhan sebagai Juruselamat dalam hidupku. Kakakku mengajakku untuk percaya bahwa ketika aku mengundang Tuhan masuk ke dalam hatiku sebagai Juruselamatku, aku tidak perlu khawatir mengenai masa depanku bahkan ketika aku dipanggil suatu hari nanti. Akupun mengiyakan lalu kami berdoa bersama-sama atas kelahiran baruku. Aku bukan lagi manusia lama melainkan manusia baru di dalam Tuhan. Aku percaya saat itu, Tuhan telah menebus dosaku dan aku adalah ciptaan baru di dalam-Nya.


Kupikir setelah menerima Tuhan Yesus dalam hidupku sebagai Juruselamat dalam hidupku, semuanya akan berjalan dengan baik namun semakin aku mengenal-Nya, banyak tantangan yang kuhadapi dalam hidup ini. Kenyataan lain yang kudapat adalah manusia tidak kebal oleh dosa. Sekalipun aku sudah mengambil keputusan untuk lahir baru, bukan berarti aku kebal dari dosa. Kemungkinan untuk melakukan dosa tetaplah ada karena aku hanyalah seorang manusia yang memiliki kelemahan dan bukan Tuhan yang tidak terbatas. Aku menjalani kehidupan pendidikan tanpa tahu mau dibawa kemana arah kehidupanku. Aku bersekolah karena orang tuaku yang memintanya dan aku menikmati kehidupan pendidikan sampai dunia perkuliahan. Aku bersyukur orang tuaku tidak mengekangku untuk pengambilan keputusan dalam hidupku, semuanya dibebaskan pada anak-anaknya karena mereka tahu, setiap keputusan yang kami ambil akan ada konsekuensi yang menyertainya, tetapi sayangnya aku tidak mengerti akan hal itu. 


Keputusan penjurusan di masa SMA jatuh pada pilihan IPS karena nilai akademisku lebih baik dibandingkan dengan IPA sedangkan keputusan perkuliahan jatuh pada pilihan Akuntansi. Dalam hatiku, kuingin mengambil jurusan ilmu komunikasi di Universitas Padjajaran yang pada saat itu adalah universitas negeri terbaik di Bandung. Aku tidak mengambilnya karena orang tuaku tidak mengijinkannya dan mereka juga tidak memberikanku kursus untuk persiapan masuk universitas negeri. Pilihan jurusan Akuntansi akhirnya kuambil dengan pemikiran, aku tidak ingin membuang waktuku untuk dunia pendidikan dimana aku masih semangat menjalaninya, jurusan itu mungkin tidak akan sulit untuk kujalani karena aku memiliki dasar di bidangnya, dan aku juga mengikuti teman-temanku yang mayoritas mengambil jurusan itu. Aku juga berpikir, jika aku tidak bisa memasuki jurusan yang kuinginkan, aku ingin berkuliah dimana kampus tersebut memiliki nama baik yang cukup bagus untuk dunia kerja nanti. Universitas Kristen Maranatha Bandung menjadi kampus yang kupilih untuk menjalani dunia perkuliahan setelah lulus SMA. Kuakui, selama menjalani masa kuliah, aku tidak menyukai jurusan itu, tapi aku menyukai proses yang kujalani selama perkuliahan dan kedewasaanku semakin dibentuk disini. Dunia perkuliahan berbeda dengan dunia saat aku SMA dan semakin berbeda ketika sudah berada dalam dunia pekerjaan dimana ego setiap orang akan semakin terlihat.


Untuk kehidupan rohani, kakak perempuanku pernah berkata padaku, "Tidak wajib untuk datang ke gereja karena tubuh kita ini adalah Bait Allah. Cukup dengan saat teduh setiap hari." Perkataan inilah yang membuatku malas untuk datang beribadah ke gereja. Setiap hari aku mencoba untuk saat teduh tapi tetap saja aku merasa ada yang tidak beres dengan diriku dan sampai setahun, aku tidak datang beribadah di gereja. Saat itu aku benar-benar menyerah lalu kuputusakan untuk mencari gereja yang bisa membuatku merasa nyaman. Setelah berjemaat di Gereja Baptis Bandung, aku berpindah ke gereja lain seiring dengan perpindahanku ke sekolah yang baru. Aku pernah dipercayakan melayani disana namun aku merasa tidak sanggup karena jemaat sekaligus pengurus yang sedikit membuatku mundur dari gereja itu. Aku merasa tidak ada kehidupan ketika aku beribadah di sana. Beberapa gereja sempat kudatangi dan tidak ada satupun yang membuatku bergairah untuk kembali pada Tuhan.


Mungkin dunia perkuliahan yang kuambil adalah jalan Tuhan supaya aku kembali pada-Nya. Ketika menjalani awal perkuliahan, aku mengenal seorang teman dari jurusan lain yang mengajakku untuk datang ke Gereja Mawar Sharon. Kebetulan saat itu akan diadakan KKR A Trip to Hell oleh Ps. Philip Mantofa. Seorang hamba Tuhan yang pernah mengalami penglihatan perjalanan ke neraka. Seingatku saat itu, Gereja Mawar Sharon masih baru di kota Bandung dan Ps. Philip Mantofa sudah menjadi hamba Tuhan yang cukup ternama di Indonesia. Karena aku sudah lelah mencari gereja akhirnya aku mengiyakan ajakannya. Aku menghadiri KKR yang menjadi titik balik dalam hidupku. Sudah lama sekali tidak kurasakan hadirat Tuhan ketika datang beribadah. Setelah mengikuti KKR itu, aku tidak langsung datang beribadah di Gereja Mawar Sharon karena masih ada rasa malas yang masih tersisa di hatiku. Persekutuan yang diadakan oleh Gereja Mawar Sharon juga kuikuti namun tidak rutin. Rasa malas yang sudah membentukku selama setahun benar-benar sulit untuk menghilangkannya dari diriku.


Tahun 2009, pada saat Ps. Philip Mantofa datang kembali ke Kota Bandung untuk KKR "Secret of U", aku mengambil keputusan untuk dibaptis selam untuk pertama kalinya. Aku mulai rutin datang beribadah di Gereja Mawar Sharon Bandung, dimana waktu itu tempat ibadah masih terletak di BTC Fashion Mall lt. P1. Mengikut Yesus lebih sulit dari yang kukira dan ada harga yang harus dibayar untuk itu semua. Bukan sejumlah uang atau materi, tapi lebih ke waktu untuk berkomitmen semakin dekat dengan Tuhan. Memilih untuk kesenangan hati milik pribadi atau waktu yang lebih berkualitas dengan Tuhan, itu adalah pilihan juga. Hasilnya memang tidak akan terlihat secara instan karena di dalam Tuhan tidak ada yang instan, harus ada proses yang menyertainya. Tuhan tidak mau aku hanya kembali mendekat sekedar beribadah kepada-Nya. Berbagai peristiwa yang terjadi membuatku untuk selalu mengingat-Nya dan mengandalkan-Nya dalam kehidupanku terutama setelah memasuki dunia pekerjaan. Dunia pekerjaan lebih menekankan pada ego masing-masing orang dimana setiap orang memiliki kepentingannya sendiri. Persahabatan yang dulu sangat erat, hanya karena pekerjaan semuanya bisa hancur. Aku pernah mengalami pengalaman tidak mengenakkan hanya karena hal sepele yang mengakibatkan persabahatan itu menjadi rusak. Sakit hati itu pasti dan juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa memaafkannya. Sekarang aku sudah memaafkan mereka yang telah menyakitiku karena Tuhan telah lebih dulu memaafkan dosaku di atas kayu salib. Disaat seperti itulah, aku memerlukan komunitas yang bisa membangun hidupku menjadi lebih baik.


Komsel demi komsel kuikuti di Gereja Mawar Sharon sampai akhirnya aku menemukan satu komsel, yang saat ini disebut dengan Connect Group. Aku bergabung di CG Pro 7 dengan seorang pemimpin di dalamnya. Awalnya aku hanya bergabung untuk mengisi waktuku yang kosong sepulang kerja. Setelah menjalaninya beberapa kali, aku merasa nyaman berada di sana karena aku tidak diperlakukan seperti orang lain, tetapi seperti keluarga dimana aku bisa saling mendukung satu dengan yang lainnya. Sudah 2 tahun aku bersama-sama dengan CG ini dan banyak hal yang kupelajari dari anggotanya. Aku belajar bagaimana cara orang-orang menghadapi hidup ini bersama dengan Tuhan melalui kesaksian dan sharing yang mereka ceritakan. Aku juga tidak mau hanya menjadi saksi yang hanya mendengarkan dari orang tetapi aku juga ingin mengalaminya sendiri. Aku belajar bagaimana menyerahkan seluruh kehidupanku ke dalam tangan Tuhan. Tidak mudah dan perlu iman di dalamnya, tapi aku tidak mau menyerah menjalani kehidupan ini karena Tuhan selalu besertaku. Ada saat-saat dimana aku merasa tidak sanggup menjalani apa yang kurasakan bahkan aku sempat berpikir untuk mengakhiri hidupku. Aku merasa tidak memiliki pilihan lagi dan aku merasa semua jalan tertutup bagiku. Di saat itu, aku ingat jika perbuatan itu akan membuat hati Tuhan menjadi sedih dan Tuhan sangat membenci perbuatan itu. Saat itu juga, hatiku dikuatkan kembali supaya aku bisa bersemangat menjalani hidup ini. Masih banyak orang lain mengalami hal yang lebih berat dariku dan mereka bisa tetap on fire dalam menjalani hidup ini.


Perjalanan CG selama 2 tahun:
  • Membentuk karakterku menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan ini. Selalu mengucap syukur atas semua hal yang terjadi dalam hidupku. Hal yang baik dan buruk tetap disyukuri karena itu semua akan membuatku menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi di dalam Tuhan.
  • Lebih baik lagi dalam mengontrol emosi yang berlebihan karena segala sesuatu yang dilakukan dengan melibatkan emosi yang tidak terkontrol, tidak akan membuat itu menjadi lebih baik.
  • Mengingat Tuhan dalam setiap waktu yang terjadi. Di saat mengalami waktu yang sulit, ingatlah Tuhan tak akan pernah tinggalkan. Di masa yang senang, Tuhan akan selalu ada di sampingku, apalagi waktu yang sulit. IA rindu aku datang lebih dalam lagi di hadirat-Nya.
  • Minta bantuan pemimpin CG saat ada hal yang mungkin tidak bisa dibicarakan bersama-sama karena mungkin di saat itulah Tuhan tunjukkan jalan yang harus kujalani selanjutnya.
  • Pengenalan akan Tuhan yang lebih mendalam kudapat dari CG dan ibadah di Gereja Mawar Sharon Bandung. Gereja bukan perkara gedung tapi setiap orang yang ada di dalamnya. 

Terima kasih untuk semua teman-teman yang telah hadir dalam hidupku. Aku percaya kalian semua hadir dalam hidupku bukan karena kebetulan tapi karena Tuhan inginkanku belajar dari kalian bagaimana menjalani hidup ini bersama dengan-Nya, selalu mengandalkan-Nya, dan mengucap syukur pada-Nya. Untuk kalian yang pernah menyakiti hatiku, mungkin kalian tidak sadar pernah melakukannya padaku, tapi aku sudah memaafkan kalian. Terima kasih untuk semua teman-teman di Gereja Mawar Sharon yang sudah banyak membantuku membentuk karakter yang semakin serupa dengan Kristus. Terima kasih juga untuk semua orang yang mengajariku bahwa menjadi berkat bagi orang lain adalah sebuah lifestyle. Tidak banyak kata-kata yang bisa kutulis disini tapi aku sungguh bersyukur atas hidupku yang telah Tuhan berikan padaku untuk kujalani. God bless for you all.. 


Ini adalah ceritaku, bagaimana denganmu...??
Ibrani 10:25
"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat."

Friday, July 15, 2016

Komitmen Yang Diperbaharui

Sudah cukup sering kita mendengarkan kata komitmen di Gereja. Bertumbuh membutuhkan komitmen. Kita mengasihi juga butuh komitmen. Bahkan untuk bekerja sama juga membutuhkan komitmen. Komitmen bukan berbicara tentang sebuah janji yang dilakukan, tapi lebih merupakan sebuah keputusan hati bahwa, suka atau tidak suka, baik atau tidak baik (keadaan), bisa atau tidak bisa, kita tetap mengerjakan apa yang sudah kita tetapkan.

Mengapa membutuhkan komitmen?

  1. Komitmen menghasilkan pertumbuhan
  2. Ada kondisi di mana keadaan yang terjadi tidak sesuai harapan dan itu adalah prosesnya
  3. Komitmen memberikan sukacita dan damai sejahtera
  4. Akan ada orang yang menentang keputusan Anda

Masalah umum kebanyakan orang yang berkomitmen adalah seringnya komitmen itu kendor karena banyak faktor. Faktor internal yang paling sering jadi masalah adalah kemalasan, ketakutan/kecemasan, perasaan rendah diri, kesombongan, perubahan pola pikir dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternal bisa merupakan keadaan, lingkungan, keluarga, sahabat dan lain-lain.

Ketika kita membuat sebuah komitmen, akan ada orang-orang yang mengecap Anda keras kepala. Hal itu terdengar tidak mengenakkan memang, apalagi jika hal itu keluar dari mulut orang yang paling kita kasihi. Ucapan ini seringkali menjadi sumber kecemasan bagi kita untuk terus maju dalam komitmen kita. Tidak mungkin kita bisa menyenangkan hati semua orang. Anggaplah apa yang mereka katakan adalah sebuah ujian bagi kita.


Komitmen yang sesungguhnya akan selalu mendapat ujian yg paling berat, tapi seringkali ujian terbesar bukanlah keadaan, tapi sesuatu dari dalam diri kita.



Hal apa yang terkandung dalam sebuah komitmen?
  • Komitmen berbicara tentang berpegang teguh
Ibrani 10:23 >>> "Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia."
  • Komitmen berbicara tentang penguasaan diri
Amsal 16:32 >>> "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
  • Komitmen juga berbicara tentang tidak kendor dan tetap bernyala bagi Tuhan
Roma 12:11 >>> "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."
  • Komitmen juga melihat kepentingan orang lain untuk hal-hal ke depan
1 Korintus 13:3 >>> "Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku."
  • Komitmen juga berarti berusaha sungguh-sungguh
2 Petrus 1:10 >>> "Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung."


Bagaimana memperbaharui komitmen?

  1. Temukan kembali alasan awal mengapa Anda membuat komitmen. Seringkali komitmen kita terkontaminasi dengan banyak doktrin-doktrin dan pemikiran yang tidak perlu. Hal itu mulai mengaburkan semangat dan tujuan kita sejak awal. Akhirnya komitmen kita jadi mulai luntur.
  2. Cari partner atau pemimpin yang bisa meng-cover Anda untuk terus mengerjakan komitmen Anda. Peran partner/pemimpin sangat penting dalam mengingatkan, memperhatikan dan memberikan nasehat yang perlu ketika kita sudah tidak mampu "menilai" diri kita sendiri
  3. Terus "membersihkan" diri setiap hari. Bangun kembali persekutuan dengan Tuhan. Bercermin dengan Firman Tuhan. Dan bangun hubungan yang intim dengan Tuhan setiap hari.
  4. Memperlengkapi diri dengan pengetahuan yang memadai tentang apa yang sedang kita kerjakan. Di sini membutuhkan semangat untuk terus belajar. Membaca buku yang berkaitan atau mendengarkan khotbah akan sangat membantu kita untuk terus berjalan dalam komitmen setiap hari.

cr: David Hidayat Syamsoeyadi - GMS Bandung


Wednesday, July 13, 2016

GOD's FAVOUR

Bagi kita orang percaya, setiap hal yang terjadi dalam hidup ini, tidak lepas dari campur tangan TUHAN, dan Favor of God adalah sesuatu yang akan membedakan kita dengan orang lain. Favor of God adalah perkenanan atau kemurahan TUHAN yang diberikan atas kehidupan kita. Favor hanya akan dapat Anda peroleh ketika kita mau berjalan bersama TUHAN dan hidup di dalam kebenaran-Nya. 


  • Pada saat orang berkata sangat sulit mendapatkan pekerjaan, tapi Anda mendapatkan pekerjaan yang Anda impikan, that's The Favor of God!
  • Pada saat Anda mendapatkan promosi ketika sebenarnya ada orang lain yang lebih diunggulkan dari Anda, that's The Favor of God!
  • Pada saat pesaing banting harga, namun banyak orang justru mencari produk Anda, that's The Favor of God!
  • Pada saat Anda bisa lulus kuliah dengan tepat waktu dengan nilai yang baik, that's The Favor of God!
  • Pada saat Anda bertemu dengan dosen killer, namun Anda justru diberi kemudahan, that's The Favor of God!
  • Pada saat orang lain begitu sulit mendapat ijin, namun Anda justru ditawari ijin, that's The Favor of God!
  • Pada saat orang yang menjadi lawanmu justru berbalik mendukungmu, that's The Favor of God!
  • Pada saat begitu banyak pria yang ganteng dan kaya mengejar seorang wanita, namun wanita itu justru menyukai Anda (dan sebaliknya), that's The Favor of God!
  • Pada saat mengalami hal buruk, orang lain menjadi kacau namun Anda masih dapat bersyukur dan berkata Tuhan baik, that's The Favor of God!
  • Pada saat berada di dalam tekanan atau kesulitan, orang lain menjadi putus asa, namun Anda selalu mendapat kekuatan baru dan mampu melihat hal baik dari kesulitan itu, that's The Favor of God!
  • Dan begitu banyak hal yang tidak terduga, lebih dari yang Anda bayangkan terjadi dalam hidup Anda, that's The Favor of God!

Favor of God bukanlah keberuntungan. Keberuntungan hanya datang sekali-kali dan pada dasarnya mereka tidak tahu darimana datangnya keberuntungan itu. Sedangkan Favor of God akan terus-menerus disediakan bagi orang-orang yang percaya pada-Nya dan hidup di dalam kebenaran-Nya. 



  • Favor is unearned (bukan sesuatu yang didapat dari pekerjaan yang kita lakukan). Bukan dengan usaha dan jerih payah kita tapi semata-mata dari kemurahan TUHAN.
  • Favor is unexplainable (tidak dapat dijelaskan). Bukan dengan rumusan-rumusan pasti dan tahap-tahap yang terinci, karena rancangan dan pikiran TUHAN itu tak terselami (Yesaya 55:8-9 >> Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu)
  • Favor is unpredictable (tidak dapat diprediksi). TUHAN itu penuh kejutan-kejutan bagi kita.
  • Favor is unfail (tidak pernah gagal). DIA tidak pernah gagal kecuali kita sendiri yang berhenti atau menyerah.
  • Favor is unimaginable (tidak bisa dibayangkan). Jangan taruh imajinasi kita pada satu titik karena itu yang membatasi TUHAN bekerja. "Bagi DIAlah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan" (Efesus 3:20)
  • Favor is gift (Kemurahan adalah benar-benar pemberian TUHAN). Sebab IA berfirman kepada Musa: "AKU akan menaruh belas kasihan kepada siapa AKU mau menaruh belas kasihan dan AKU akan bermurah hati kepada siapa AKU mau bermurah hati." Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati ALLAH. (Roma 9:15-16)

Ketika kita benar-benar mempercayai TUHAN, dan menyandarkan hidup kita sepenuhnya kepada TUHAN, maka saat itu kita mengosongkan diri kita, mengijinkan TUHAN yang mengendalikan hidup kita, niscaya kita akan mengalami banyak Favor dalam hidup kita. 
Namun ketika kita selalu mencoba mengatur segala sesuatu dengan logika berpikir kita yang terbatas, maka saat itu kita sedang membatasi TUHAN untuk mengerjakan Favor dalam hidup kita.
Alamilah TUHAN secara pribadi dalam hidup kita, sandarkan seluruh hidup kita pada DIA yang Maha Kuasa, hiduplah sesuai kebenaran-Nya, maka kita akan terus mengalami The Favor of God dalam hidup ini.

cr: Melania Veronika - GMS Surabaya Selatan 

Monday, June 13, 2016

Pengalaman Berobat di Rumah Sakit Mata Cicendo

Awalnya saya berencana untuk melakukan pemeriksaan mata di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung karena biasanya tempat itu membuka praktek rawat jalan di hari Sabtu. Maklum untuk seorang karyawan, akhir pekan adalah satu-satunya kesempatan untuk memiliki waktu pribadi alias me time. Diputuskanlah untuk datang ke Rumah Sakit Mata Cicendo yang kebetulan memiliki jadwal dokter di akhir pekan. Perlu untuk diketahui, Rumah Sakit Mata Cicendo di akhir pekan tidak memiliki jadwal praktek dokter untuk pasien reguler. Jadwal praktek yang tersedia adalah paviliun yang memiliki harga lebih mahal daripada pasien reguler dan pengambilan nomor antri sudah bisa dilakukan mulai pukul 07.15 tetapi tergantung dengan petugas yang sedang berjaga. Antrian sudah pasti dibuka pukul 08.00 dan lebih baik datang lebih awal untuk mengambil nomor antrian.


Antrian yang saya dapatkan adalah nomor 4 dan nantinya Anda akan dipanggil melalui counter pendaftaran yang terletak di sebelah kanan pintu masuk Klinik Paviliun Rumah Sakit Mata Cicendo. Setelah nomor Anda dipanggil, Anda akan ditanya, apakah pernah berobat di rumah sakit ini sebelumnya atau tidak. Jika iya, maka silakan menunjukkan kartu berobat yang dimiliki dan jika tidak, maka silakan menunjukkan kartu identitas (KTP) pada petugas yang melayani. Tidak perlu takut mendapatkan pelayanan yang baik karena rumah sakit pemerintah ini memiliki tingkat pelayanan yang baik dengan harga terjangkau jika dibandingkan dengan rumah sakit swasta. Perbedaan harga antara pasien regular dan paviliun, menurut saya terletak di segi kenyaman menunggu panggilan, baik dari pendaftaran maupun ketika giliran dipanggil oleh dokter.


Setelah tahap pendaftaran dilakukan, pasien akan diminta menunggu giliran dipanggil ke sebuah ruangan. Di sana petugas akan meminta pasien untuk menimbang berat badan dan pemeriksaan lanjutan pada mata. Pemeriksaan yang dilakukan pada saya adalah pemeriksaan tekanan bola mata dan pemeriksaan mata untuk menentukan apakah perlu penggantian kaca mata atau tidak. Jika tahapan itu sudah selesai maka akan diminta menunggu di depan ruang konsultasi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sebagai saran, jika dokter memberikan resep kepada pasien, lebih baik membeli obat di apotik yang tersedia di rumah sakit ini karena harganya lebih murah jika dibanding membeli di apotik di luar Rumah Sakit Mata Cicendo. Perlu diketahui, dokter yang bertugas di hari Sabtu dan Minggu adalah dokter yang bergantian piket di hari itu. Pasien tidak bisa memilih dokter yang sama ketika kontrol di akhir pekan karena dokter yang sama belum tentu praktek di hari itu.


Pengalaman selama saya berobat ke Rumah Sakit Mata Cicendo untuk memeriksakan kesehatan mata ini bisa dikatakan baik dan belum pernah mengecewakan baik sebagai pasien reguler maupun paviliun. Jangan pernah takut untuk berobat di rumah sakit milik pemerintah karena pelayanan dan harga tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan rumah sakit swasta. Dokter yang memeriksa pun sangat bersahabat dengan pasien sehingga pasien tidak perlu merasa takut maupun tegang ketika pemeriksaan dilakukan. Untuk masalah antrian, menurut saya untuk klinik paviliun tidak terlalu ramai jika dibandingkan dengan klinik reguler namun untuk menghindari terlalu lama menunggu, akan lebih baik untuk datang lebih awal. Sekian pengalaman yang saya bagikan dan semoga bisa bermanfaat bagi Anda yang akan memeriksakan kesehatan matanya di Rumah Sakit Mata Cicendo.

Saturday, July 25, 2015

Perjuangan Berat Penggunaan BPJS Kesehatan

Di tanggal 2 Juni 2015 aku melakukan perjalanan wisata kuliner sate yang terkenal di daerah Purwakarta. Aku makan seperti biasa layaknya orang makan pada umunya, namun di tengah-tengah keasyikanku, tiba-tiba gigi sebelah kiriku menjadi ngilu. Aku menyadari bahwa keadaan gigiku tidak begitu baik dan mungkin perlu beberapa tindakan dokter gigi di dalamnya. Tetapi karena aku memiliki sedikit ketakutan dengan dokter gigi dan aku merasa masih bisa menahannya maka aku mengabaikan rasa sakit itu.Kukira sakit gigi itu tidak menjadi masalah, tetapi ternyata dugaanku salah. Akhirnya 3 hari kemudian kuputuskan untuk menggunakan fasilitas kesehatan pemerintah untuk mengatasi masalah gigiku ini. Aku berangkat pagi hari untuk menghindari antrian panjang di Puskesmas Pasirkaliki sebagai Faskes tingkat I yang kupilih sewaktu mendaftarkan BPJS Kesehatan. Ternyata keahlian dokter yang ada di Puskesmas tidak sebagus di rumah sakit dan dokter spesialis pada umumnya. Puskesmas ini tidak bisa mengambil tindakan pada kasusku ini sehingga aku mendapat rujukan ke Rumah Sakit Advent. Yang baru kuketahui, BPJS Kesehatan tidak bisa sembarangan memilih rumah sakit yang diinginkan melainkan harus berdasarkan rayon yang sesuai dengan domisili tempat tinggal.


Sesampainya di rumah sakit rujukan kukira semuanya akan berjalan dengan lancar, ternyata menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan tidak semudah yang dibayangkan, banyak pengorbanan yang harus dilakukan di dalamnya. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk berobat menggunakan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Advent adalah mengambil nomor antrian dan yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan yang harus ada saat pendaftaran, yaitu 2 (dua) lembar fotokopi surat rujukan Puskesmas, 2 (dua) lembar fotokopi KTP, 2 (dua) lembar fotokopi kartu BPJS Kesehatan, dan jika pasien yang berobat adalah anak-anak, maka harus disertakan fotokopi kartu keluarga. Ketika semua kelengkapan yang diperlukan telah tersedia selanjutnya adalah menunggu giliran dipanggil oleh petugas BPJS yang berjaga. Setelah dipanggil maka tahap ke-2 adalah melakukan timbang berat badan dan tensi darah. Ketika 2 prosedur sudah dilakukan maka yang terakhir adalah tetap mengantri dipanggil oleh dokter spesialis yang menjadi tujuan berobat.


Yang kurasakan saat berobat sangat kontras dengan pelayanan umum yang harus berbayar. Perlakuan dokter terkesan sangat cuek seolah-olah pemakai BPJS Kesehatan adalah kaum terbuang dan tidak istimewa, padahal seharusnya semua pasien diperlakukan sama. Jumlah pasien yang mengantri tidak terlalu banyak tetapi menunggu panggilan itu sangatlah lama sedangkan ketika sudah dipanggil, tidak sampai 15 menit, pasien sudah diminta keluar dan melakukan rontgen gigi Panoramic di tempat yang telah ditentukan. Aku sendiri mendapat rujukan ke Laboratorium Klinik Pramita yang ada di Jalan Riau, di sinilah peran BPJS Kesehatan tidak terpakai karena melakukan rontgen di tempat ini dikenakan biaya sebesar Rp 160.000, harga yang cukup menguras kantong. Di tempat ini juga dibutuhkan kesabaran yang cukup tinggi karena pemeriksaan yang hanya berlangsung sekitar 5 menit namun untuk pengambilan hasilnya dibutuhkan waktu 30-45 menit.


Selesai melakukan rontgen gigi, tahap selanjutnya adalah melakukan kontrol ke dokter yang sama di Rumah Sakit Advent Bandung. Ternyata setelah sampai di sana dan menyerahkan semua kelengkapan yang diperlukan, surat rujukan itu tidak bisa dipakai untuk jangka waktu kurang dari 7 hari sehingga saya harus memasuki Ruang Verifikasi untuk meminta persetujuan. Beruntung orang yang ada di sana memberikan persetujuanku berobat. Perlu diketahui, penggunaan berobat BPJS Kesehatan di rumah sakit ini hanya dibatasi maksimal 3 (tiga) kali untuk dokter yang sama. Seperti prosedur biasanya yang harus dilakukan, aku mendapat giliran masuk setelah menunggu lama dan perlakuan khusus dilakukan oleh dokter yang hanya melihat hasil rontgen dan langsung meminta pasien untuk berobat ke rumah sakit rujukan lainnya. Diagnosa dokter terhadap kasus gigiku adalah impaksi gigi bungsu, lebih tepatnya pertumbuhan gigi bungsu yang menyamping dan untuk kasus ini tidak bisa ditangani oleh dokter gigi biasa melainkan harus melalui dokter bedah mulut. Sebenarnya rumah sakit ini memiliki dokter bedah mulut tersendiri, tetapi mungkin karena perlakuan pasien BPJS dan harga dokter bedah mulut di rumah sait ini cukup mahal, maka dokter merujuk pasiennya ke rumah sakit lain yang bekerja sama dengan BPJS. Di sinilah dapat terlihat dengan jelas perlakuan berbeda pasien BPJS dengan pasien umum lainnya.


Sama seperti Puskesmas awal, rumah sakit rujukan juga tidak bebas bisa dipilih oleh pasien. Rumah Sakit Advent Bandung hanya bekerja sama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Rumah Sakit Gigi dan Mulut di Jalan Riau, dan Rumah Sakit Salamun (kalau tidak salah ingat). Akhirnya kuputuskan untuk memilih Rumah Sakit Hasan Sadikin sebagai rumah sakit rujukanku di hari Kamis. Ini pertama kalinya aku mengunjungi rumah sakit pemerintah ini sebagai tempatku berobat. Ternyata, luar biasa penuhnya antrian yang ada dan ketika aku sampai, nomor antrian yang kudapat adalah 499 di jam 11 siang. Aku dirujuk kepada dokter bedah mulut dan ketika sampai di klinik tersebut, banyak orang yang menunggu giliran dipanggil dan aku mendapat giliran dipanggil jam 2 siang. Rumah sakit pemerintah sungguh banyak peminatnya karena harga yang tergolong murah dan dibutuhkan banyak pengorbanan juga di dalamnya. Berbeda dengan dokter gigi pada umumnya, di tempat ini disediakan satu ruangan khusus yang terdiri dari banyak kursi pasien dokter gigi, mungkin karena pasiennya banyak jadi tidak memungkinkan jika satu ruangan hanya disediakan satu kursi pasien. Dokter yang menanganinya pun bersikap baik dan menjelaskan langkah apa saja yang bisa diambil oleh pasien. Hari pertama aku menjejakkan kaki di klinik bedah mulut Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, aku diminta untuk melakukan operasi pada gigi bungsuku karena gigi tersebut tidak tumbuh dengan baik sehingga mengganggu pertumbuhan gigi lainnya dan menyebabkan rasa sakit di mulut. Aku disarankan untuk melakukan operasi dengan bius total. Mendengarnya kata "operasi" dan "rawat inap" membuatku ketakutan karena aku belum pernah melakukan ini semua dan ini merupakan pengalaman pertamaku. Karena aku tidak ingin rasa sakit berkepanjangan maka aku memutuskan untuk mengikuti saran dokter. 


Sebelum operasi, aku diharuskan untuk melakukan rontgen dada, atau yang biasa disebut dengan thorax di klinik radiologi dan cek darah di klinik patologi. Setelah selesai dengan itu semua, aku diharuskan datang ke klinik anestesi. Hari demi hari aku jalani dengan mengantri sejak pagi. Rumah sakit ini sangat banyak peminatnya terutama untuk kalangan menengah ke bawah, bahkan sampai ada yang rela mengantri dan menginap untuk mendapat nomor antrian paling awal. Untuk pasien yang datang sekitar jam 6 pagi, bisa mendapat nomor antrian 300an, terbayang jika datang lebih siang bisa mendapat nomor antrian 800-1.000!! Kegiatan mengantri ini bisa menghabiskan waktu hampir satu hari kerja dan jika Anda adalah pengguna fasilitas kesehatan pemerintah ini, maka luangkanlah waktu yang pas untuk berobat.


Selesai melakukan rontgen dan tes darah, hasilnya bisa diambil di hari berikutnya dan kukira setelah itu, bisa langsung datang ke dokter yang akan dituju, ternyata tidak! Setiap hari tetap harus mengantri di bagian pendaftaran dan untuk setiap klinik yang dituju, wajib menyertakan karcis yang diperlukan sesuai klinik yang dipilih. Begitu banyak prosedur yang harus dilakukan. Akhirnya semua prosedur berhasil dilewati dan tibalah penjadwalan operasi di hari Jumat, 19 Juni 2015. Pasien diwajibkan untuk menginap di rumah sakit sehari sebelumnya untuk memastikan kondisi pasien dalam keadaan baik ketika operasi dilakukan.

 

Aku memasuki kamar opname di hari Kamis, 18 Juni 2015 dan di malam harinya sekitar pukul 22.00, aku diminta untuk meminum obat anestesi lalu di hari berikutnya pukul 6 pagi sebelum melakukan operasi, aku juga diminta untuk meminum obat yang sama. Setelah meminum obat, aku merasa mengantuk dan tidak sadar tanganku sudah diinfus oleh para perawat. Pukul 10.00 aku dibawa oleh perawat ke ruang operasi dan diminta untuk mengganti pakaian dengan baju khusus untuk operasi. Setelah itu aku diminta untuk menghirup obat dari masker oksigen yang dipakaikan kepadaku lalu aku tidak ingat lagi apapun yang terjadi. Dari cerita orang tuaku, aku mendengar bahwa aku menjalani operasi selama 2 jam dan harus melakukan transfusi darah sebanyak 1 labu. Begitu sadar, aku sudah berada di ruang perawatanku dan sepanjang hari itu, tidak ada makanan yang bisa masuk ke mulutku karena masih ada pengaruh obat bius yang tersisa di tubuhku. Alhasil tubuhku begitu lemas dan tidak diperbolehkan untuk pulang oleh dokter di hari Sabtu (20 Juni 2015).


Akhirnya di haru Minggu, 21 Juni 2015, aku diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatku setelah pemeriksaan dinyatakan baik dan aku sudah bisa makan dengan baik pula. Dokter memintaku untuk datang kembali ke rumah sakit untuk melepas jahitan sehabis operasi dan beberapa obat beserta antibiotik harus kumakan untuk memulihkan kembali kesehatanku. Karena di hari Jumat, hari yang diminta oleh dokter untuk melakukan kontrol, aku berhalangan, maka kuputuskan untuk kembali lagi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin di hari Senin. Seperti biasanya, antrian pasien begitu membludak di hari ini, tetapi demi sebuah kesembuhan dan pemulihan kesehatan, maka pengorbanan ini perlu dilakukan. Atrian pasien sebanyak ini biasanya terjadi di hari Senin, dimana rumah sakit ini tidak melayani rawat jalan di akhir pekan. Rumah sakit ini juga sepertinya belum melayani rawat jalan di sore hari.


Akhirnya semua perjuangan dan pengorbanan tidaklah sia-sia karena kini sudah tidak ada masalah lagi dengan gigiku. Setidaknya gigiku tidak sakit lagi dan jika masih ada keluhan dengan gigiku, aku mungkin tidak akan datang lagi kemari karena membutuhkan perjuangan dan kesabaran luar biasa menghadapinya. Sisi positif penggunaan BPJS Kesehatan adalah meminimalkan pengeluaran dana kesehatan untuk kebutuhan yang lainnya karena itu jagalah kesehatan Anda dengan baik. Jika tidak memiliki BPJS Kesehatan, dana yang bisa dikeluarkan untuk melakukan operasi ini sekitar 2 juta per gigi belum termasuk biaya rawat inap dan obat, bisa dibayangkan betapa mahalnya untuk mendapatkan kesehatan gigi yang baik. Jangan abaikan sakit gigi dan rawatlah gigi Anda dengan mengunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk mengontrol kesehatan gigi Anda.


Modal utama penggunaan BPJS Kesehatan adalah kesabaran dan waktu karena banyak masyarakat yang menggunakan jasa ini untuk berobat. Ini adalah pengalaman pertamaku menggunakan BPJS Kesehatan dan terima kasih untuk pemerintah yang sudah mengeluarkan aturan ini bagi semua warganya. Selamat menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat!!


Sunday, October 12, 2014

Apakah Makna Natal Sesungguhnya?

"Gunakanlah sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada padamu, karena masa ini adalah masa yang jahat"Efesus 5:16 (BIS) 

Waktu yang Anda jalani setiap harinya sangat cepat berlalu bahkan jika dijalani tidak akan terasa berapa banyak hal yang sudah Anda lakukan dalam hidup ini. Awalnya mungkin Anda berpikir bahwa awal tahun merupakan waktu yang masih panjang untuk dijalani sehingga setiap hal yang seharusnya bisa dikerjakan saat ini akan ditunda untuk waktu berikutnya padahal penundaan hal yang sederhana merupakan penundaan kesempatan yang ada dalam hidup Anda. Penundaan yang dilakukan secara terus-menerus dan menjadi sebuah kebiasaan pada akhirnya akan menimbulkan penyesalan dalam hidup ini dan ketika Anda sadari berapa banyak kesempatan yang telah terlewatkan, waktu yang lalu tidak dapat diputar kembali.


Tahun 2014 ini tidak terasa sudah memasuki bulan ke-10 dan sebentar lagi Hari Natal akan segera tiba. Rasanya baru kemarin merayakan tahun baru, tetapi sebentar lagi Hari Natal akan segera tiba. Jika mendengar kata "Natal", hal apakah yang akan terlintas? Sinterklas? Kue yang enak? Pakaian baru? Mobil baru? Gadget baru? Hadiah yang menarik? Banyak orang yang mengharapkan sesuatu yang luar biasa terjadi di Hari Natal, bahkan sengaja melakukan kebaikan di Hari Natal. Sebenarnya, apakah makna Natal yang sesungguhnya? Apakah Natal hanya sekedar kado yang cantik dan kue yang enak?

Natal seharusnya menjadi moment bagi Anda untuk semakin mengasihi Tuhan dan sesama. Kasih tidak hanyak dipraktekkan saat Natal saja, tetapi dalam aktivitas Anda setiap hari hendaklah kasih itu semakin bertumbuh dan melekat dalam pribadi Anda. Kasih tanpa syarat diakui sulit untuk dilakukan, tetapi bukan tidak mungkin untuk dilakukan pula. Mulailah mengasihi sesama melalui hal yang sederhana tanpa mengharapkan balasan atau imbalan. Hal sederhana yang dilakukan mungkin merupakan hal yang sepele dan biasa saja, tetapi bagi orang lain akan menjadi sesuatu hal yang berarti dan berguna bahkan mungkin tidak akan dilupakan seumur hidup mereka. Natal juga merupakan moment untuk mengingat kembali betapa besar kasih Tuhan yang telah dinyatakan kepada Anda di sepanjang kehidupan ini. Bersyukur atas hari-hari yang telah diberikan hingga saat ini serta mengucap syukur penyertaan Tuhan karena bisa menjalani hari-hari yang ada. Peristiwa yang terjadi di sepanjang tahun ini menjadi pelajaran hidup bagi diri sendiri dan orang lain. Peran yang sudah Anda lakukan di tahun ini kiranya menjadi berkat bagi banyak orang.


"Cintailah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segala kekuatanmu, dan dengan seluruh akalmu, dan cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri" 
Lukas 10:27 (BIS) 

Kiranya di hari Natal ini, kasih Anda kepada Tuhan dan sesama semakin bertumbuh. Semoga melalui tulisan singkat ini memberikan perenungan di Hari Natal tahun 2014 ini sekaligus renungan di akhir tahun 2014 ini. Sudah berapa banyak kesempatan yang Anda lewatkan di tahun 2014 ini? Jangan sia-siakan kesempatan yang ada karena kesempatan itu belum tentu akan datang lagi, jangan sampai Anda menyesal atas setiap kesempatan yang telah hadir dalam kehidupan Anda. 

Selamat Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2015....

Sunday, July 6, 2014

Mimpi

Mimpi.. Apakah mimpi itu..? Bisakah aku hidup dalam mimpiku..? Setiap orang dilahirkan dengan masalahnya sendiri dan juga dengan mimpi masing-masing. Mimpi yang tinggi namun sulit untuk diwujudkan, haruskah mimpi itu diturunkan derajatnya karena keadaan yang ada saat ini..? Memiliki pikiran yang realistis haruskah mengorbankan mimpi..? Aku memiliki mimpi untuk menjadi seorang broadcaster, namun hal ini sangat sulit untuk diwujudkan menurutku. Hal yang menjadi keterbatasan dalam mimpi ini adalah modal. Pertama, aku bukanlah seseorang yang berasal dari jurusan ilmu komunikasi, sama sekali tidak ada hubungannya. Aku adalah seorang lulusan dari jurusan akuntansi. Aku sama sekali tidak menyukai jurusan ini sejak awal, sejak dulu mimpiku adalah seorang broadcaster. Jurusan tidak kusukai tidak berarti aku melalaikan semuanya. Aku menyukai proses selama aku kuliah, banyak hal yang kupelajari terutama tentang orang-orang yang berbeda daerah dengan karakter masing-masing. Namun seiring berjalannya waktu, aku menyesali pilihan atas jurusan yang kuambil, sekarang mimpi yang ingin kujadikan kenyataan adalah menjadi seorang penyiar yang menginspirasi. Modal yang menjadi keterbatasanku tidak akan menghalangi mimpiku untuk kuraih. Meskipun kesibukanku bekerja di sebuah perusahaan property setiap harinya, aku akan terus berjalan meraih mimpiku meskipun jalannya pelan. 


Dalam mencapai suatu mimpi bukanlah hal yang mudah. Ada banyak jalan terjal yang harus dilalui. Kupikir melakukan apa yang kuinginkan itu adalah hal yang mudah untuk dicapai, ternyata kenyataannya tidak begitu. Selama ini kupikir kehidupan ini hanya dijalani seperti air yang mengalir di sungai, sejak aku menginjak bangku sekolah aku memiliki pemikiran seperti itu. Setiap hari menjalani rutinitas dengan pergi ke sekolah untuk belajar mendapatkan nilai yang bagus untuk bersaing dengan teman-teman lainnya. Memasuki bangku SMA menuju perkuliahan, pemikiran itu berubah menjadi zona tidak nyaman. Di saat teman-teman yang lain sudah memutuskan untuk masuk universitas mana dengan jurusan yang dipilihnya, aku masih bingung untuk memutuskannya. Aku tidak memiliki gambaran yang bagus tentang jurusan yang ditawarkan oleh berbagai universitas yang bekerja sama dengan sekolahku. Yang kupikirkan saat itu adalah aku ingin bekerja dalam sebuah industri hiburan seperti di televisi maupun radio, namun jurusan yang mengarah ke sana tidak ada dan kurang populer di saat itu. Hingga saat inipun jurusan ini masih jarang ada di universitas yang ada di kotaku.


Karena hampir semua teman-temanku masuk ke universitas, maka kuputuskan untuk masuk ke universitas swasta yang cukup terkenal di kotaku. Pada saat itu aku berpikir bahwa aku tidak mau membuang waktu saat itu untuk kuliah karena jika aku tunda maka aku akan terlanjur malas untuk melanjutkan sekolah. Jurusan yang kuambil akhirnya adalah akuntansi karena jurusan ini begitu populer diambil oleh kebanyakan temanku dan banyak isu yang mengatakan bahwa jurusan ini banyak dicari dalam dunia kerja. Di satu sisi aku senang untuk kuliah namun di sisi lain aku merasa ini bukanlah yang kuinginkan seperti yang kumimpikan. Inilah zona tidak nyaman yang harus kujalani dalam kehidupan setelah melewati bangku sekolah. 


Awalnya aku merasa bisa menghadapi perkuliahan ini karena aku berasal dari jurusan IPS yang setiap harinya kujalani dengan baik, ternyata menjalani di dunia perkuliahan sungguh tidak mudah, setingkat lebih sulit bisa dikatakan begitu. Aku bisa dikatakan sangat bosan dengan dunia akuntansi yang "melulu" jurnal setiap harinya, namun untungnya aku memiliki jiwa kompetisi dalam menjalani perkuliahan ini. Aku kesal jika ada teman lain yang memiliki nilai lebih baik dariku, aku tidak suka! Aku kesal pada diriku ketika di semester pertama mendapat IPK kurang dari 3 untuk seorang mahasiswi yang SMA-nya berasal dari jurusan IPS! Aku balas dendam dengan belajar lebih giat di semester berikutnya dan akhirnya aku berhasil bahkan mempertahankan IPK di atas 3 hingga lulus kuliah. Hal ini sangat tidak mudah, tetapi aku menyukai proses ini, Tuhan membentuk aku untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan kuat untuk menjalani kehidupan ini. Aroma "keegoisan" antar sesama mulai terasa di saat perkuliahan hingga lulus ini.


Saat teman-teman sudah mulai lulus kuliah dengan prestasinya masing-masing, masuklah dunia yang baru setelah ini. Itulah yang disebut dengan dunia kerja fresh graduate. Mencari kerja tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Pertandingan dunia nyata yang seharusnya dimulai dari sini. Keegoisan masing-masing sudah tidak mempedulikan lagi artinya pertemanan, pemikiran berubah menjadi masa bodoh dengan yang lain termasuk teman sendiri yang sudah berteman sejak lama. Dunia kerja begitu berat kujalani, dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain hingga diperlakukan layaknya "pembantu" namun merangkap sebagai accounting. Perlakuan semena-mena juga pernah kualami. Seseorang yang baru pertama kali bekerja wajar jika melakukan kesalahan, tapi atasan ini tidak mengerti hal itu. Lulusan dari jurusan akuntansi universitas ternama di kota Bandung diperlakukan layaknya pembantu bahkan dimarahi dan tidak mau dimengerti keadaannya. Memutuskan untuk keluar dari lingkungan seperti itu, masuklah di sebuah perusahaan property terbesar di Kota Bandung dan bekerja sebagai bagian pajak hingga saat ini. Dunia pajak bukanlah yang kuinginkan sejak dulu, bahkan di bangku kuliah pun sangat membenci hal ini. Siapa sangka aku bekerja di bidang ini hingga saat ini. Rencana Tuhan memang aneh dan ajaib, tidak pernah ada yang menyangka hal ini terjadi padaku. 


Seiring berjalannya waktu, aku kembali memikirkan tentang mimpiku. Aku tidak akan menyerah untuk mimpiku yang akan menginspirasi banyak orang melalui sebuah radio. Memang untuk saat ini belum terlihat, namun aku tidak akan pernah menyerah untuk mewujudkan mimpi itu. Doa serta kerja keras akan kulakukan. Tanpa Tuhan aku tidak akan mampu. Hal ini terbukti dengan perjalanan hidupku yang bisa kujalani hingga saat ini. 
Tulisan ini dibuat pada hari ulang tahunku ke-25 di tanggal 5 Juli 2014. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan menginspirasi banyak orang. Jangan pernah menyerah dan selalu andalkan Tuhan dalam setiap kehidupan yang dijalani. Percaya dan selalu berharap kepada Tuhan karena DIA tidak pernah tertidur. Jika suatu saat ada keadaan di mana Anda tidak kuat lagi untuk menghadapi hidup ini, jangan pernah menyerah! Datanglah pada Tuhan dalam keadaan apapun karena DIA akan selalu menyambut Anda. DIA akan selalu menjadikan Anda kepala dan bukan ekor, menjadi naik dan tidak akan pernah turun, dan apapun yang Anda lakukan dengan kedua tangan Anda itu akan DIA buat berhasil dari saat ini hingga selamanya. Fighting!!






Wednesday, January 30, 2013

Kedewasaan Dalam Mengasihi Sesama



Mengapa manusia tidak diciptakan untuk melihat masa depannya sendiri dan bagaimana ia harus berbuat agar ia memperoleh yang terbaik?? Tentu jika manusia diciptakan seperti itu maka semuanya akan berjalan dengan baik, indah, tak ada perpecahan dan pertengkaran, menjadikan semua yang baik bagi semua orang, dan tentu saja akan meminimalkan yang namanya penyesalan karena segala sesuatu dapat terpenuhi. Namun jika berpikir seperti itu, baikkah?? Selama kita hidup di dunia ini, kita tidak akan pernah merasa puas karena itulah sifat setiap manusia, Anda dan saya. Orang yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya akan berbuat apa saja untuk memuaskan apa yang menjadi hasratnya. Setelah mencapai posisi puncak, orang akan termotivasi untuk mendapatkan yang lebih dan lebih. Jika orang bisa melihat apa yang terbaik di masa depannya, ada kemungkinan orang tersebut akan menjadi orang yang jahat. Apa yang menurutnya baik, hal itu belum tentu baik bagi orang lain bahkan bisa saja merugikan banyak orang. Tetapi untuk sekedar berandai-andai boleh kan?? Memiliki mimpi yang baik menunjukkan setiap kita memiliki tujuan dalam hidup ini dan itulah yang disebut dengan VISI & MISI.

 

Visi dan misi yang dimiliki oleh seseorang menandakan bahwa orang tersebut memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam hidup ini. Bermimpilah setinggi mungkin supaya dalam kehidupan ini Anda mempunyai tujuan yang ingin dicapai dan Anda tidak terombang-ambing di tahun 2013 ini. Tahun baru bukan berarti tantangan yang dihadapi semakin sedikit, melainkan semakin banyak tantangan yang harus dihadapi dalam hidup ini. Tantangan dalam karir dan keluarga merupakan hal yang biasa, namun tantangan dalam mengasihi sesama serta menjadi dewasa dalam iman dan hati? Ini luar biasa!!


Di awal tahun 2013 ini, saya mendapatkan banyak pelajaran hidup yang dipelajari dari tahun 2012 lalu. Hal ini termasuk baru saya hadapi dan bagaimana rasanya? Menghadapi sesuatu yang baru ini tidaklah mudah, meski ada yang menganggapnya sebagai suatu kemudahan, namun hal ini tidak berlaku bagi saya. Ada banyak masukan yang saya dapatkan mengenai dunia pekerjaan yang dapat membantu saya dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin muncul dalam waktu yang tidak pernah dapat diduga. Saling berbagi pengalaman seseorang dengan yang lain dapat menjadi rambu-rambu yang berfungsi dalam hidup ini, karena situasi yang dihadapkan dalam hidup ini tidaklah dapat diduga dan dapat datang dengan tiba-tiba. Dalam situasi seperti inilah, kedewasaan diperlukan. 


Jika seseorang berpikir bahwa masa depannya baik dan semuanya akan lancar sesuai dengan keinginannya, maka ia akan selalu bekerja keras untuk mengejar impian yang akan membuat hidupnya bahagia meskipun banyak tantangan yang akan dihadapi untuk mengejar impian bahagia itu. Namun berbanding terbalik jika seseorang yang memiliki pikiran bahwa masa depannya buruk, pasti orang tersebut akan hidup dalam ketakutan dan tidak berani memandang bahkan melangkah ke depan. Sepanjang hidupnya akan dipenuhi ketakutan akan hal yang belum pernah terjadi dan hal itu pula yang akan membuatnya semakin jatuh dan gagal dalam menghadapi kehidupan ini. Sebuah kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda dan lihatlah kegagalan itu sebagai suatu motivasi untuk maju. Begitu banyak hal tidak pasti yang terjadi selama hidup ini, membuat sikap dewasa semakin diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan yang mungkin akan muncul. Tidak semua orang dapat bersikap dewasa ketika diperhadapkan dengan suatu permasalahan. Sebagai seorang manusia biasa, saya memerlukan Tuhan setiap saat dalam hidup saya, baik dalam menghadapi banyak masalah bahkan di saat keadaan suka pun, saya memerlukan Tuhan di samping saya selamanya. 


Mengasihi sesama menjadi pelajaran berharga yang saya dapatkan di awal tahun 2013 ini. Ada banyak perikop dalam Firman Tuhan yang mengajarkan mengenai kasih kepada sesama, terutama kasih tanpa syarat. Membaca, mengerti, dan memahami maksud yang terkandung dalam perikop tersebut lebih mudah daripada mempraktekkannya. Terkadang apa yang dipikirkan lebih mudah untuk dilakukan tetapi jika sudah menjalankannya, tidak semudah yang telah dipikirkan sebelumnya. Saya memiliki suatu kerinduan untuk berbagi dengan sesama yang lebih membutuhkan, dengan melakukan kunjungan ke panti asuhan maupun panti rehabilitasi di luar kota. Namun rencana tersebut belum pernah terealisasi hingga saat ini karena ada banyak hal yang menghalangi terlaksananya kegiatan ini. Namun satu harapan dan saya meyakini suatu saat kegiatan ini dapat saya lakukan. Jika dalam menjalani hidup ini, menjalani prinsip-prinsip hidup yang benar menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan, tanpa disadari mengasihi sesama menjadi suatu hal yang umum dilakukan. Kebanyakan orang akan melihat keburukan yang ada dalam diri seseorang dan bahkan mungkin tidak melihat kebaikan yang ada dalam individu tersebut, namun yakinlah, suatu saat orang akan melihat apa yang baik dalam diri masing-masing individu jika menabur kasih dimanapun Anda berada, meskipun perbuatan kasih yang dilakukan terkadang tidak disadari oleh orang lain. Dalam situasi apapun, baik pekerjaan, keluarga maupun masalah pribadi, menerapkan kasih tanpa syarat bukanlah hal yang mudah tetapi bukan tidak bisa dilakukan. Mulailah dengan menabur kasih walaupun dengan hal-hal kecil yang terkadang tidak diperhatikan bahkan dianggap sepele oleh orang lain. Suatu saat nanti akan tiba waktunya orang lain akan sadar dengan kebaikan yang Anda lakukan dan mungkin dia juga akan mengikuti jejak Anda dalam melakukan kasih kepada sesama. 


Janganlah pernah melupakan Tuhan dalam setiap rencana hidupmu karena IA yang akan menyempurnakan semuanya. Bersama Tuhan hidup ini akan indah dan yakinlah dalam setiap perjalanan hidup Anda IA tidak akan pernah meninggalkan Anda walaupun masalah yang dihadapi begitu banyak dan berat sampai Anda berpikir tidak akan pernah bisa melewati masalah yang Anda hadapi. IA akan memberikan jawaban atas setiap permasalahan Anda tepat pada waktuNya serta pelangi indah hanya untuk Anda dari Tuhan yang mengasihi Anda dan kehidupan Anda. Libatkan selalu Tuhan dalam setiap perjalanan hiudp Anda dan jangan pernah berpikir Tuhan meninggalkan Anda karena IA selalu berada di sisi Anda dimanapun Anda berada dan apapun aktivitas Anda. Be Happy in 2013 and God Bless...




Friday, June 22, 2012

Learn New Things

Yang namanya mencari suatu pekerjaan sebenarnya adalah hal yang mudah karena ada banyak lowongan pekerjaan yang dibuka. Namun, yang menjadi halangan dan kesulitan adalah mendapatkan pekerjaan yang cocok dan sesuai, baik dari segi kenyamanan dalam bekerja maupun dari segi finansial. Pekerjaan apapun yang belum pernah dicoba akan terlihat menarik dan membuat rasa penasaran dalam diri ini. Dunia pekerjaan merupakan dunia yang baru dimasuki setelah lulus suatu tingkat pendidikan, baik tingkat Sekolah Menengah Atas maupun tingkat Perguruan Tinggi. Harapan para lulusan yang paling menarik adalah mendapatkan pekerjaan yang diinginkan dan tentu saja dengan hasil yang tentunya pasti diinginkan.


Dunia perbankan merupakan dunia yang kelihatannya menarik karena banyak sekali masyarakat yang menggunakan jasa perbankan untuk mengamankan harta bendanya. Mencari pelanggan yang mau menabung terlihat mudah karena masyarakat di Indonesia sendiri memang tergolong banyak. Namun, persaingan bank yang satu dengan yang lainnya membuat kesulitan yang tidak bisa dikatakan mudah, ditambah dengan target yang harus bisa dicapai dengan mencari orang-orang yang berasal dari kalangan berduit.

Siapa yang menyangka, seseorang yang awalnya sangat tergila-gila dengan dunia perbankan hingga akhirnya kapok sendiri dan malah menghindari dunia perbankan sebagai karir yang baru saja dimulai. Teknis kerja yang membosankan dengan menelepon setiap orang yang dikenal maupun orang yang tidak dikenal, untuk melatih kelancaran berbicara di telepon. Hal seperti ini terkadang mengganggu orang dalam waktunya. Ketika sibuk dengan hal yang penting, telepon berdering hanya untuk sekedar informasi promo perbankan. Akan lebih baik, jika yang mengangkat telepon akan langsung mengiyakan. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, marah, cacian, penolakan, ada juga komplain atas kekecewaan bank yang bersangkutan. Ditolak suatu perusahaan yang didatangi untuk melamar pekerjaan masih bisa dikatakan biasa karena masih dalam konteks penolakan yang halus. Namun, penolakan orang sambil marah-marah dan sikap negatif membuat hati semakin merasa down dan tidak bersemangat untuk melanjutkan kembali. Walaupun teman sekitar berusaha untuk memberikan semangat, tapi diri ini tidak bisa bersemangat seperti sewaktu menyelesaikan tugas kuliah.


Memasuki dunia kerja, merupakan dunia yang belum pernah dimasuki sebelumnya, terutama di bidang yang awam bahkan kurang begitu disukai. Sewaktu dijalani begitu berat dan mulai merasakan bahwa yang namanya dunia pekerjaan memang kejam, tetapi jika dibiasakan memang akan terbiasa pada akhirnya. Namun jika di bidang yang kurang disukai tetap akan menyiksa dan tidak akan tahan. Di sinilah mental mulai diuji, sampai seberapa kuatkah jiwa ini bisa bertahan dengan hal yang kurang disukai?? Memang bisa dikatakan keluar dari zona nyaman, namun yang namanya tidak suka dengan teknis pekerjaan yang ada, hasil yang dicapai tidak akan pernah maksimal.

Bertahan selama kuliah walaupun jurusan yang dijalani tidak sesuai dengan yang diinginkan, masih bisa dijalani dengan toleransi. Namun jika bekerja?? Sebaiknya berpikir 2x!!! Bekerja bukan sekedar hal mencari uang, tetapi cita-cita.. Apakah pekerjaan yang ada sekarang bisa menjadi jalan untuk mencapai cita-cita atau tujuan dalam hidup Anda?? Jika tidak, maka segera pikirkan langkah Anda segera untuk memperbaikinya sebelum menyesal. Dalam bekerja atau sebelum mencari pekerjaan HARUS mengandalkan tangan Tuhan agar Dia selalu membimbing Anda untuk menentukan langkah yang tepat karena Dia tahu apa yang terbaik bagi diri Anda.

Thursday, October 20, 2011

Peppermint Green Tea Milk Shake ala Chef Jeanny Quinn

Pengen banget punya minuman yang bisa nemenin kamu saat cuaca panas, pastinya menyehatkan dan menyejukkan banget??? Ditambah gak ribet cara buatnya??? Minuman yang satu ini cocok buat menyejukkan hati kamu yang lagi panas atau yang lagi bete gara-gara cuaca yang panasnya menyengat seperti di gurun... Let's try and you will definitely feel the coolness that favors.... ^^v

Bahan yang disiapkan: (mudah untuk ditemukan dan pastinya terjangkau di kantong)
1 genggam mint leaves
3 sdt green tea powder (bisa diganti dengan teh celup green tea)
3 scoop vanilla ice cream
2 sdm gula pasir
Es batu dan air secukupnya

Cara Membuat:
Masukkan semua bahan ke dalam blender dan blender sampai semua bahan tercampur rata. Tuang ke dalam gelas dan siap untuk disajikan.



Pastinya setelah minum ini,, tenggorokan gak bakalan kering lagi,, sehat dan pastinya menyegarkan... ^^

Sunday, November 7, 2010

Kesederhaan Adalah Indah di Mata Tuhan

Miyuki Inoue dilahirkan setelah papanya telah tiada dan tidak pernah mendengar suara papanya. Dia dilahirkan di rumah sakit dan dirawat di dalam inkubator selama tujuh bulan. Ayahnya meninggal dalam kecelakaan sewaktu dinas ke luar kota, dan saat itu istrinya sedang mengandung Miyuki. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1984. Ayah dan ibunya belum menikah tetapi ibunya sudah mengandung Miyuki. 
 

Keluarga ayahnya tidak mersetui hubungan mereka sampai Miyuki lahir ke dunia. Miyuki menderita fisik selama hidupnya, tubuhnya sering terkulai karena penyakit yang sering ia derita. Ibunya bingung dan sedih merawat Miyuki, tetapi dia bertekad dan gigih bahwa Miyuki harus hidup dan sehat. Bentuk tubuh Miyuki pada saat lahir sangat kecil, ke lima jari-jarinya sebesar anak korek api, kepalanya sebesar telur, Pinggulnya sebesar jari kelingking orang dewasa, perawatan sangat instensif terhadap kelangsungan hidup Miyuki, dia dibesarkan  dalam perawatan inkubator selama 7 bulan agar suasana hangat dan suhu yang stabil dapat dia rasakan dan agar tidak gampang kedinginan. Riwayat hidup Miyuki:
  1. Miyuki lahir pada tanggal 21 Agustus 1984
  2. 1988 masuk TK
  3. 1991 masuk SLB Fukuoka program Sekolah Dasar
  4. 1997 masuk SLB Fukuoka program Sekolah Menengah Pertama, menjadi anggota OSIS waktu kelas satu dan kelas dua. Memenangkan lomba mengarang antar sekolah  dengan judul  Air Mata Ibu. Memenangkan lomba mengarang tingkat propinsi dengan cerpen berjudul Air Mata Ibu.
  5. 1998 memenangkan lomba mengarang tingkat Kyushu dengan pidato Air Mata Ibu.
  6. 1999 memenangkan lomba mengarang nasional Kanpo dengan cerpen berjudul Diriku dalam Genggaman. Cerpennya berjudul Ikatan dimuat dalam antologi cerpen bertemu HAM, Hak Asasiku. Memenangkan lomba debat nasional.
  7. 2000 menerima penghargaan pendidikan kebudayaan FUKUOKA pada bulan Februari. Masuk SLB Fokuoka program Sekolah Menengah Atas pada bulan April. 
  8. 2001 autobiografi berjudul Aku Bisa Naik Sepeda diterbitkan
  9. 2002 autobiografi Usiaku 17 Tahun dan Sehat diterbitkan
  10. 2003 Lulus dari SLB Fukuoka untuk program SLA bulan Maret. Masuk SLB Fukuoka untuk program Akademi Keperawatan. Miyuki ingin menjadi pekerja sosial dan punya cita-cita yang besar dan dasyat. Diakhir isi buku ini, Ibunya menuliskan pesan untuk anaknya Miyuki "Berjuanglah Miyuki, jangan menyerah, berusaha terus sampai akhir!"
Terkadang seseorang yang memiliki fisik yang kurang sempurna akan merasa rendah diri karena fisik yang dimiliki berbeda dari orang normal lainnya. Namun, Tuhan menciptakan manusia indah walaupun dengan keterbatasan yang menyertainya. Kesederhanaan yang ada pada diri setiap kita merupakan suatu keindahan di mata Tuhan.

Monday, September 6, 2010

Kesederhanaan Ketika Kaya Adalah Ketika Kita Mampu Berbagi Dengan Kekayaan Itu

Hari ini adalah hari dimana untuk pertama kalinya aku ditugaskan di luar kantor. Rasanya senang sekali karena bisa melihat dan melakukan tugas yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Menunggu selama dua jam sambil menunggu tamu yang datang membuat seluruh badanku pegal-pegal, tetapi aku tetap berpikir positif, bahwa aku ingin memiliki pengalaman sebanyak mungkin. Ketika sudah waktunya makan siang, aku diberikan sebuah nasi kotak yang ketika aku makan, rasanya sangat lezat, dan aku berharap aku dapat menerimanya kembali di waktu pulang nanti, yang rencananya aku akan meminta keluargaku untuk mencoba mencicipinya. 


Akhirnya waktu pulang pun tiba dan aku sungguh senang karena bisa menerima nasi kotak yang rasanya enak dan lezat itu. Setelah selesai beres-beres, akupun segera bergegas untuk pulang setelah berpamitan dengan yang lain. Sewaktu aku sedang menunggu angkot untuk pulang, seorang anak kecil menghampiriku. 


Kukira ia akan meminta uang kepadaku, ternyata ia terus-menerus melihat ke arah nasi kotak yang kupegang, dan iapun berkata “Kak, mau yang itu..”. Biasanya aku bisa dibilang sangat pelit untuk memberikan makanan yang kuanggap enak dan lezat, namun pada hari itu aku langsung memberikan nasi kotak itu pada anak itu tanpa berpikir panjang. Setelah aku memberikan nasi kotak pada anak itu, anak itu langsung pergi dengan senang dan sepanjang perjalanan pulang, aku mulai berpikir bahwa mungkin ini adalah jalan Tuhan untuk mengingatkan aku untuk berbagi dengan sesama. 


Aku berkata dalam hatiku, jika saja aku tidak memberikan nasi kotak itu pada anak tadi, mungkin aku akan menyesal. Hari itu aku pulang ke rumah dengan hati yang lega dan senang karena bisa berbagi dengan sesama dan hal yang kubagikan bukanlah sejumlah uang, karena bila memberikan uang kepada pengemis atau pengamen yang biasanya ada di jalan-jalan, hal itu tidak membuatnya mendidik karena akan terbentuk sebuah pemikiran bahwa hanya dengan meminta-minta dapat menghasilkan uang, padahal untuk menghasilkan uang walaupun nilainya kecil, hal itu sangat sulit untuk dilakukan. Aku hanya ingin mengatakan maaf kepada panitia yang membagikan konsumsi ini karena aku memberikannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan daripada aku. 


Meskipun kebanyakan orang memiliki harta yang melimpah, namun jarang untuk bisa berbagi dengan sesama. Akan menjadi sesuatu hal yang indah ketika bisa berbagi dengan kekayaan yang dimiliki agar kita dapat memberikan kebahagiaan bagi sesama.