Tuesday, February 20, 2018

Kebiasaan Baik 3 - Berkata Positif

Mengapa kita harus berkata positif?

Sebuah riset dari 3 universitas ternama di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa orang-orang yang mengeluarkan kata-kata positif terhadap orang lain, ternyata adalah orang-orang yang mempunyai kepribadian positif dan memiliki personality yang baik serta disukai banyak orang. Sedangkan orang yang mengeluarkan kata-kata negatif terhadap orang lain, ternyata adalah orang-orang yang mempunyai kepribadian negatif juga, biasanya orang-orang ini tidak mudah bersosialisasi, selalu negatif terhadap kehidupan, tidak setuju terhadap apa saja, penuh kritik, dan tidak memiliki kepuasan dalam hidupnya. Orang-orang yang berkata positif akan memiliki tingkat kepuasan yang lebih, tidak mudah tertekan, selalu menikmati kehidupan yang lebih baik dibandingkan orang lain, dan mempunyai kemungkinan sukses yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang selalu berkata negatif.


Jadi, mari belajar untuk mengendalikan apa yang keluar dari mulut kita. Jangan mengeluarkan kata-kata yang buruk, hal-hal yang tidak kita ingini, namun katakanlah hal-hal yang baik, hal-hal yang kita ingini, maka itulah yang akan diberikan Tuhan kepada kita.


Mulailah berkata positif sejak saat kita bangun dari tidur dengan berkata, "Terimakasih Tuhan untuk hari yang indah ini, inilah hari yang dijadikan Tuhan, hari yang penuh dengan berkat, marilah kita bersukacita atas hari ini." Mulailah dengan mengucapkan kata-kata yang memuji, menghargai orang lain dan mensyukuri kehidupan dengan tulus. Baik itu tentang pekerjaan, kehidupan, bahkan tentang kucing tetangga yang nakal.
"Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan dari mulutnya, meluap dari hatinya." - Lukas 6:45

Dan jangan lupa, bila ada hari-hari dimana kita gagal untuk berkata positif, jangan pernah berputus asa, segeralah memulai untuk mengambil komitmen yang baru, karena:
SETIAP HARI ADALAH HARI BARU BAGI ORANG BIJAKSANA
Amin - by. Talenta 

Masa Penantian - I

Bagi sebagian besar orang, alasan mengundurkan diri dari pekerjaan yang sedang ditekuni adalah karena alasan keluarga, karir yang lebih baik, maupun keinginan untuk memiliki usaha sendiri. Ketika aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan, hal pertama yang terlintas di pikiranku adalah lingkungan kerja yang membuatku sangat tidak nyaman diluar karir yang tidak berkembang pula. Pekerjaanku sebenarnya membuatku sangat nyaman karena disana aku mendapatkan banyak pembelajaran mengenai dunia perpajakan namun tekanan yang kudapat dari lingkungan kerja beserta dengan atasan yang ada, akhirnya membuatku menyerah juga.


Sebenarnya cara terbaik untuk keluar dari pekerjaan lama adalah menemukan terlebih dahulu pekerjaan yang lebih baik daripada yang dijalani saat ini, tapi apa daya, aku tidak sanggup lebih lama lagi untuk menahannya. Aku merasa pekerjaan yang kujalani selama ini baik-baik saja tapi dari segi rekan kerja, aku tidak tahu apa yang menjadi kesalahanku. Tidak ada satu orang pun yang mau membicarakannya denganku. Rekan kerja yang kumiliki cukup menyenangkan karena perbedaan usia yang tidak terlalu jauh sehingga pembicaraan yang ada tidak terlalu sulit untuk dimasuki, hanya saja ada satu kebiasaan yang membuatku tidak nyaman sehingga aku memutuskan untuk menjauhinya.


"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" - 1 Korintus 15:33 (TB)
Ayat Alkitab di atas sangat me-rhema dihatiku ketika situasi tersebut diperhadapkan denganku. Aku tidak mengerti, apa asyiknya membicarakan atasan di belakang orangnya?? Akan lebih baik jika mereka merasa tidak menyukainya, mereka bisa membicarakannya langsung kepada orang yang bersangkutan, bukan menjelek-jelekkannya apalagi membicarakan keburukannya di belakangnya. Begitu pula yang terjadi denganku, aku sungguh berharap mereka mau membicarakan apa yang menjadi kekurangan atau kesalahanku sehingga hal itu menjadi bahan introspeksi bagi diriku. Tapi apa yang terjadi?? Mereka mungkin juga menganggap aku tidak ada. Entahlah apa yang menjadi perbincangan mereka, tidak ada satupun yang mau membukanya di hadapanku.


Dunia kerja kuakui memang kejam dan ada banyak grey area di dalamnya. Ketika aku memutuskan untuk mengikuti apa yang menjadi keyakinanku di dalam Tuhan, jalan yang harus kuhadapi sungguh tidak mudah sekaligus banyak pihak yang menentangnya. Bahkan untuk orang-orang yang sudah dengan sangat baik mengenal-Nya, bisa jatuh di area ini tanpa disadari. Ketika hal itu sudah menjadi sebuah kebiasaan maka biasanya mereka tidak akan berpikir lagi apakah perbuatan itu benar atau salah.


Saat ini aku sudah mengundurkan diri dari perusahaan yang telah memberikanku banyak ilmu dan ketika aku memutuskan untuk resign, aku belum mempunyai pegangan pekerjaan baru karena aku ingin menghabiskan waktu hanya untuk diriku sendiri. Aku sangat menikmati saat-saat itu dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke dunia pekerjaan namun ternyata pengalaman yang ada tidak membuat jalanku mudah untuk menemukan pekerjaan baru. Aku resmi keluar dari pekerjaan lamaku di bulan Oktober 2016 dan hingga saat ini (Februari 2018) belum mendapatkan kembali pekerjaan yang kuinginkan.


Waktu yang terbilang cukup lama untuk mendapatkan kembali sebuah pekerjaan baru. Di masa-masa penantian ini, aku memulai untuk mencoba membuka usaha namun tidak mudah juga untuk dijalani sambil mencari pekerjaan baru diluar kota yang ternyata cukup menguras tabungan. Faktor yang menjadi pertimbanganku dalam mencari pekerjaan baru adalah keinginan untuk kembali bekerja di industri yang sama dengan sebelumnya, jarak kantor yang tidak terlalu jauh dari rumah, serta lingkungan kerja yang baru diluar kota, namun saat ini aku mengesampingkan pekerjaan diluar kota karena biaya hidup yang lebih besar jika dibandingkan dengan bekerja di kota sendiri.


Di masa penantian ini, aku ingin memperbesar kapasitasku sambil berpikir bagaimana menambah penghasilanku, sungguh proses ini sangat tidak mudah. Tahun 2017 menjadi tahun yang kelam untukku tapi disana aku mendapatkan pelajaran dimana karakterku benar-benar diubahkan semakin serupa dengan Kristus.


Tuesday, February 6, 2018

Kebiasaan Baik 2 - Mengasihi Sesama

Mengapa kita harus mengasihi sesama kita? Karena sebanyak apapun kekayaan yang kita miliki, sepandai apapun kemampuan yang kita miliki, dan sehebat apapun karunia yang kita miliki, jika tidak ada kasih di dalamnya, maka semuanya akan sia-sia saja dan menjadi tidak berguna di hadapan Tuhan. Sekalipun kita dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika kita tidak mempunyai kasih, kita sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.


Sekalipun kita mempunyai karunia untuk bernubuat dan mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun kita memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika kita tidak mempunyai kasih, kita sama sekali tidak berguna. Sekalipun kita membagi-bagikan segala sesuatu yang ada pada kita, bahkan menyerahkan tubuh kita untuk dibakar, tetapi jika kita tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagi kita.


Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap, tetapi hanya kasih yang tidak berkesudahan.


Mari lakukan evaluasi terhadap diri sendiri, sudah seberapa seringkah dalam sehari, kita mengasihi sesama kita. Mari memulainya dari hal-hal yang kecil, seperti mulai menaruh belas kasihan bagi orang-orang yang bekerja pada kita, mengasihi tukang sampah yang telah membantu membuang sampah kita, mengasihi para tunawisma di jalanan, dan terlebih lagi mengasihi jiwa-jiwa yang belum diselamatkan.
"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih" - 1 Korintus 13:13

Dan jangan lupa, bila ada hari-hari dimana kita gagal untuk mengasihi sesama, jangan pernah berputus asa, segeralah memulai untuk mengambil komitmen yang baru, karena:
SETIAP HARI ADALAH HARI BARU BAGI ORANG BIJAKSANA
Amin - by. Talenta 
 
 

Monday, February 5, 2018

Kebiasaan Baik 1 - Rendah Hati

Mengapa kita harus rendah hati? Karena salah satu kunci keberhasilan di dunia ini adalah sikap rendah hati. Orang yang rendah hati, akan disenangi oleh banyak orang dan terlebih lagi, akan disenangi oleh Tuhan. Dan bila kita dapat menjadi kesayangan Tuhan, maka apa saja yang kita inginkan, pasti akan Tuhan sediakan. Sebenarnya, Tuhan sangat ingin memberkati kita dengan berkat yang melimpah, namun seringkali yang menjadi masalah adalah: setelah kita diberkati, mampukah kita menahan diri untuk tidak menjadi sombong?


Banyak orang ketika mengalami hidup susah, dapat bersikap rendah hati, namun begitu Tuhan mulai memberkati, maka mulailah kesombongan bercokol dalam dirinya, dan semakin Tuhan memberkati semakin sombonglah ia. Setujukah anda dengan saya bahwa Iblis akan sangat senang bila kita berada dalam kesombongan, karena kesombongan-kesombongan yang kelihatannya "kecil" sekalipun, dapat berujung pada maut. Oleh sebab itulah, Tuhan lalu menahan berkatnya dan menunggu sampai kita mempunyai kerendahan hati, karena Tuhan tidak ingin kita mengalami kebinasaan kekal.


Jadi, mari kita mempunyai sebuah kebiasaan yang baru, yaitu kerendahan hati, karena semakin kita rendah hati, semakin besar berkat yang akan dipercayakan Tuhan kepada kita. Apakah ketika kita dipuji orang lain, kita dapat bersikap rendah hati? Apakah ketika kita mempunyai mobil baru, kita dapat bersikap rendah hati? Dan apakah ketika kita berhasil dalam suatu pekerjaan atau pelayanan kita dapat tetap rendah hati?


Mari miliki kebiasaan rendah hati, karena ada tertulis:

"Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah." - Mazmur 37:11

Dan jangan lupa, bila ada hari-hari dimana kita gagal untuk rendah hati, jangan pernah berputus asa, segeralah memulai untuk mengambil komitmen yang baru, karena:
SETIAP HARI ADALAH HARI BARU BAGI ORANG BIJAKSANA

Amin - by. Talenta

Monday, February 6, 2017

Tuhan Punya Cerita Cinta Untukmu

Kata orang cinta itu buta...
Ketika kamu memulai bangun dari tidurmu dan mengingat dia

Kata orang cinta itu buta...
Ketika kamu ingin memulai harimu, tetapi di pikiranmu ada dia

Kata orang cinta itu buta...
Ketika kamu mendengar suara dari ponselmu dan berharap itu dia

Kata orang cinta itu buta...
Ketika kamu ingin menutup matamu dan mengakhiri harimu,
tetapi bayang-bayang dia selalu muncul

Tetapi itu hanyalah kata orang, bukan kataku
Karena kataku cinta itu adalah bukti kasih yang nyata dan tulus

Cinta tidak pernah buta
Tetapi terkadang perasaan yang membuat cinta itu buta

Namun perasaan juga tidak bisa disalahkan atau bahkan tidak pernah salah
Karena Tuhan menciptakan hati kita untuk memiliki kepekaan
Mungkin yang belum tepat hanyalah masalah waktu dan fokus kita

Gantikan dia dengan Dia
Maka Tuhan tahu kapan waktu yang terbaik untukmu
Untuk cerita cintamu

Dan jangan sampai perasaanmu menurunkan standar
standar orang yang sudah Tuhan persiapkan untukmu
Karena... Tuhan punya cerita cinta untukmu

Sumber : Hikmat Tuhan

Wednesday, November 23, 2016

Kaleidoskop 2016

Ketika aku menulis tulisan ini, aku berpikir betapa cepatnya waktu berlalu. Saat ini sudah memasuki akhir bulan November 2016 dan sebentar lagi akan memasuki Desember lalu tahun 2016 ini akan berakhir, berganti dengan tahun yang baru, yaitu tahun 2017. Selama aku hidup di tahun 2016, apakah yang sudah kulakukan untuk sesama? Rasanya hal yang sudah kulakukan belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan orang lain yang sudah menolong orang lain terlebih dulu.
"Jika kau ingin ditolong oleh orang lain maka lakukan pertolongan kepada orang lain terlebih dahulu, karena dengan demikian Tuhan yang akan membalas pertolonganmu itu dengan cara-Nya yang tak terduga dan luar biasa, bahkan dengan cara yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya."
 

Blessing di tahun 2016

  • Di bulan Januari 2016, aku dan komunitasku memutuskan untuk melakukan Sentuhan Kasih ke Rumah Kasih Karunia yang terletak di daerah Sarijadi, Kota Bandung. Anak-anak yang ada disini dididik dengan baik oleh Ibu Ester, sebagai pembina Rumah Kasih Karunia, dimana mereka diharapkan bisa mandiri menghadapi kehidupan ini. Latar belakang anak-anak yang berada di Rumah Kasih Karunia bervariasi, ada yang orang tuanya sudah tidak ada, sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya, lalu ada anak yang merupakan korban dari bencana alam dan terpisah dari orang tuanya, bahkan kehilangan orang tuanya akibat bencana alam itu. Meskipun mereka tidak memiliki orang tua, mereka bisa berbahagia dengan keadaannya saat ini. Semangat belajar mereka juga sangat tinggi yang tidak kalah dengan cita-cita yang diimpikan. Bersyukurlah bagi Anda yang masih memiliki orang tua. Nikmati waktu-waktu bersama mereka karena mungkin suatu saat, waktu itu tidak ada lagi. 

 

  • Di bulan Januari 2016 juga, Indonesia kembali berduka karena ibukota diguncang bencana bom teroris di jantung kota Jakarta, lebih tepatnya di daerah Sarinah, dimana pada jam kejadian merupakan jam padatnya aktivitas warga ibukota. Pray for Jakarta!! Jangan sampai kejadian yang ada memecahkan persaudaraan di negara ini. Berikanlah kesadaran bagi masyarakat untuk menjaga kedamaian negara Indonesia. Amin!!

 

  • Di bulan Februari 2016, masih bersama dengan komunitasku, kami mengadakan acara Valentine dengan berkumpul bersama dengan saudara seiman lainnya. Banyak pelajaran yang kudapat tentang pasangan hidup. Bukan hanya sekedar rasa suka, tetapi hati yang mencintai Tuhan lebih dari apapun, itu yang penting dan sulit untuk didapatkan. Jangan terburu-buru untuk mendapatkan pasangan hidup karena ketika waktu-Nya tiba nanti, pasti DIA akan sediakan yang terbaik. Jomblo itu nasib tapi single itu pilihan!! Jadilah single yang berkualitas hingga saat-Nya Anda dipertemukan dengan pasangan hidup yang terbaik. Ketika saat itu tiba, kalian berdua sudah siap untuk melangkah ke level yang lebih tinggi. Hari Valentine bukan hanya identik dengan kasih sayang pasangan, mari berbagi kasih juga dengan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Valentine’s Day with couple is mainstream but Valentine’s Day with orphan people is antimainstream!!

 

 

  • Di bulan Maret 2016, tidak pernah disangka dan tidak pernah terpikirkan untuk pergi ke Australia, aku mendapat blessing dari Tuhan melalui kantorku. Negara itu sama sekali tidak pernah terpikirkan sebagai salah satu tujuan wisata sepanjang hidupku. Aku yang tidak terlalu antusias hanya menikmati apa yang telah disediakan. Perjalanan inilah yang mengubah keputusanku di akhir tahun 2016 ini. Bersyukur bisa pergi ke negeri kangguru menikmati keindahan alam dan kuliner yang ada.


 

  • Di bulan April 2016, aku berkenalan dengan seorang teman baru yang berkecimpung di dunia entertainment dan memiliki hati untuk anak-anak yang kurang mampu. Terima kasih karena mengajakku berkeliling studio Nu Art yang pertama kali kukunjungi sebagai warga Kota Bandung. Di hari yang sama, aku juga mengunjungi Ruma Kasih Karunia untuk kedua kalinya. Tidak bisa disampaikan dengan kata-kata ketika bisa berbagi dengan anak-anak seperti mereka. Terima kasih Tuhan, aku masih diberikan kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak itu.

 

  • Di bulan Juli 2016, Tuhan percayakan aku kembali 1 tahun bertambah lagi usiaku. Usia yang termasuk cukup pas untuk menikah namun hingga saat ini masih belum ada pria yang bisa mengisi hatiku. Aku merasa, aku bukanlah tipe wanita yang mudah untuk jatuh cinta namun sekalinya ada yang memang cocok dihatiku, aku akan setia. Walaupun masih belum menemukan pasangan hidup, aku memutuskan untuk menjadi single seutuhnya sehingga ketika Tuhan pertemukanku dengan pria yang menjadi pasangan hidupku, kami berdua sudah siap melangkah ke hubungan yang serius. Terima kasih Tuhan, Engkau percayakan usiaku 1 tahun lagi untuk menjalani kehidupan ini.


  • Di bulan Agustus 2016, aku memutuskan untuk mengikuti acara kemerdekaan yang diadakan oleh GMS Bandung. Biasanya aku malas untuk mengikuti acara seperti itu dan bisa dikatakan sangat jarang berpartisipasi, tetapi kali ini, aku memutuskan bergabung. Ternyata setelah kujalani, tidak buruk juga. Aku menikmati setiap acara dan bahagia menjalaninya. Penuh senyum sekaligus sukacita di dalamnya.

 

  • Di bulan September 2016, Ps. Philip Mantofa datang ke Kota Bandung. Biasanya aku hanya akan datang sebagai jemaat biasa, tetapi untuk yang satu ini, entah kenapa, aku ingin berpartisipasi di dalamnya. Aku mendaftar sebagai konselor yang pada awalnya, aku tidak yakin diterima karena aku belum pernah mengambil pelayanan sebelumnya. Karena kasih karunia, aku akhirnya diterima dan untuk pertama kalinya, aku menjalani pelayanan di gereja di mana aku bertumbuh selama ini. Awalnya aku tidak percaya diri bisa menjalani pelayanan ini bahkan cenderung minder. Puji Tuhan semuanya berjalan lancar dan aku bisa melalui semuanya dengan baik. Terima kasih Tuhan atas pengalaman pertama yang mendebarkan ini.

 

  • Di bulan Oktober 2016, aku akhirnya melepaskan pekerjaan yang selama ini kujalani sejak tahun 2012. Pergumulan ini sudah kurasakan sejak 3 tahun sebelumnya dan baru sekarang, aku berani mengambil keputusan ini. Banyak pelajaran yang kudapat sejak bekerja di tempat ini dan kuakui ini semua adalah anugerah. Ketika Tuhan menempatkan aku di tempat ini, IA pasti memiliki tujuan untukku di dalamnya dan saat ini waktunya sudah selesai. Bersyukur untuk setiap waktu yang boleh kuhabiskan bersama dengan teman-teman beserta atasan yang ada di kantor, semuanya adalah pelajaran untukku menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.

 

  • Di bulan November 2016, aku memulai kembali petualanganku sebagai pencari kerja. Bersyukur untuk setiap kenikmatan yang boleh kurasakan. Di bulan ini juga, aku diberi kesempatan untuk melakukan kembali Sentuhan Kasih dan untuk kali ini kami mengunjungi Rumah Cinta Anak Kanker. Sebagian besar anak-anak di tempat ini merupakan orang-orang yang tidak mampu dan membutuhkan uluran tangan seperti kita. Di usia yang masih belia, anak-anak sudah terkena penyakit mematikan seperti itu. Dari cerita yang kudengar, penyakit itu timbul dari gaya hidup instan saat ini. Bersyukur jika hingga saat ini Anda masih diberikan kesehatan yang baik karena kesehatan itu mahal harganya.

 


Tahun 2016 ini merupakan tahun yang luar biasa bagi bangsa Indonesia dengan segala macam politik dan juga masalah banjir yang melanda kota-kota di Indonesia. Berdoa bagi para pemerintah pusat dan kota supaya diberikan hikmat dalam mengatur negara dan kota ini. Mari lakukan kebiasaan baik yang akan menyelamatkan alam ini sehingga ketika bencana (kita memang tidak mengharapkannya) itu datang, kita semua telah siap dan tidak menyalahkan pemerintah atas bencana itu. Berdoa juga untuk keamanan negara dan kota ini supaya diberikan damai sejahtera bagi kita semua, terutama anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa ini. 


“Mengucap syukurlah senantiasa dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu"
 – 1 Tesalonika 5:18 – 

Tuesday, September 13, 2016

This Is My Life...

Aku menulis cerita ini bukan untuk menyombongkan diri maupun bermegah atas hidupku. Aku hanya ingin berbagi tentang pengalaman imanku yang kurasakan selama hidupku ini. Kuakui tidak mudah menjalaninya, tapi apa dayaku, selama Tuhan masih mengijinkanku bernapas di dunia ini, aku hanya bisa berserah untuk melakukannya sebaik mungkin. Aku sebagai manusia memiliki keterbatasan akal dan pikiran, tetapi aku memiliki Tuhan yang tidak terbatas.


Aku dilahirkan dalam keluarga Kristen sehingga selama hidupku sejak mulai sekolah hingga aku lulus kuliah, semua pendidikan yang kujalani berlatar belakang Kristen. Aku sudah mengenal Tuhan berkat keluargaku yang mengajakku untuk beribadah di Gereja Baptis Bandung, dan disanalah untuk pertama kalinya aku diajari untuk mengenal Tuhan. Aku menjalani kehidupan bergereja sebagai suatu rutinitas yang harus kujalani setiap minggunya sampai pada suatu hari, aku ingat saat itu aku masih menginjak usia sekolah kelas 2 SD, kakak perempuanku mengajakku untuk berdoa supaya aku menerima Tuhan sebagai Juruselamat dalam hidupku. Kakakku mengajakku untuk percaya bahwa ketika aku mengundang Tuhan masuk ke dalam hatiku sebagai Juruselamatku, aku tidak perlu khawatir mengenai masa depanku bahkan ketika aku dipanggil suatu hari nanti. Akupun mengiyakan lalu kami berdoa bersama-sama atas kelahiran baruku. Aku bukan lagi manusia lama melainkan manusia baru di dalam Tuhan. Aku percaya saat itu, Tuhan telah menebus dosaku dan aku adalah ciptaan baru di dalam-Nya.


Kupikir setelah menerima Tuhan Yesus dalam hidupku sebagai Juruselamat dalam hidupku, semuanya akan berjalan dengan baik namun semakin aku mengenal-Nya, banyak tantangan yang kuhadapi dalam hidup ini. Kenyataan lain yang kudapat adalah manusia tidak kebal oleh dosa. Sekalipun aku sudah mengambil keputusan untuk lahir baru, bukan berarti aku kebal dari dosa. Kemungkinan untuk melakukan dosa tetaplah ada karena aku hanyalah seorang manusia yang memiliki kelemahan dan bukan Tuhan yang tidak terbatas. Aku menjalani kehidupan pendidikan tanpa tahu mau dibawa kemana arah kehidupanku. Aku bersekolah karena orang tuaku yang memintanya dan aku menikmati kehidupan pendidikan sampai dunia perkuliahan. Aku bersyukur orang tuaku tidak mengekangku untuk pengambilan keputusan dalam hidupku, semuanya dibebaskan pada anak-anaknya karena mereka tahu, setiap keputusan yang kami ambil akan ada konsekuensi yang menyertainya, tetapi sayangnya aku tidak mengerti akan hal itu. 


Keputusan penjurusan di masa SMA jatuh pada pilihan IPS karena nilai akademisku lebih baik dibandingkan dengan IPA sedangkan keputusan perkuliahan jatuh pada pilihan Akuntansi. Dalam hatiku, kuingin mengambil jurusan ilmu komunikasi di Universitas Padjajaran yang pada saat itu adalah universitas negeri terbaik di Bandung. Aku tidak mengambilnya karena orang tuaku tidak mengijinkannya dan mereka juga tidak memberikanku kursus untuk persiapan masuk universitas negeri. Pilihan jurusan Akuntansi akhirnya kuambil dengan pemikiran, aku tidak ingin membuang waktuku untuk dunia pendidikan dimana aku masih semangat menjalaninya, jurusan itu mungkin tidak akan sulit untuk kujalani karena aku memiliki dasar di bidangnya, dan aku juga mengikuti teman-temanku yang mayoritas mengambil jurusan itu. Aku juga berpikir, jika aku tidak bisa memasuki jurusan yang kuinginkan, aku ingin berkuliah dimana kampus tersebut memiliki nama baik yang cukup bagus untuk dunia kerja nanti. Universitas Kristen Maranatha Bandung menjadi kampus yang kupilih untuk menjalani dunia perkuliahan setelah lulus SMA. Kuakui, selama menjalani masa kuliah, aku tidak menyukai jurusan itu, tapi aku menyukai proses yang kujalani selama perkuliahan dan kedewasaanku semakin dibentuk disini. Dunia perkuliahan berbeda dengan dunia saat aku SMA dan semakin berbeda ketika sudah berada dalam dunia pekerjaan dimana ego setiap orang akan semakin terlihat.


Untuk kehidupan rohani, kakak perempuanku pernah berkata padaku, "Tidak wajib untuk datang ke gereja karena tubuh kita ini adalah Bait Allah. Cukup dengan saat teduh setiap hari." Perkataan inilah yang membuatku malas untuk datang beribadah ke gereja. Setiap hari aku mencoba untuk saat teduh tapi tetap saja aku merasa ada yang tidak beres dengan diriku dan sampai setahun, aku tidak datang beribadah di gereja. Saat itu aku benar-benar menyerah lalu kuputusakan untuk mencari gereja yang bisa membuatku merasa nyaman. Setelah berjemaat di Gereja Baptis Bandung, aku berpindah ke gereja lain seiring dengan perpindahanku ke sekolah yang baru. Aku pernah dipercayakan melayani disana namun aku merasa tidak sanggup karena jemaat sekaligus pengurus yang sedikit membuatku mundur dari gereja itu. Aku merasa tidak ada kehidupan ketika aku beribadah di sana. Beberapa gereja sempat kudatangi dan tidak ada satupun yang membuatku bergairah untuk kembali pada Tuhan.


Mungkin dunia perkuliahan yang kuambil adalah jalan Tuhan supaya aku kembali pada-Nya. Ketika menjalani awal perkuliahan, aku mengenal seorang teman dari jurusan lain yang mengajakku untuk datang ke Gereja Mawar Sharon. Kebetulan saat itu akan diadakan KKR A Trip to Hell oleh Ps. Philip Mantofa. Seorang hamba Tuhan yang pernah mengalami penglihatan perjalanan ke neraka. Seingatku saat itu, Gereja Mawar Sharon masih baru di kota Bandung dan Ps. Philip Mantofa sudah menjadi hamba Tuhan yang cukup ternama di Indonesia. Karena aku sudah lelah mencari gereja akhirnya aku mengiyakan ajakannya. Aku menghadiri KKR yang menjadi titik balik dalam hidupku. Sudah lama sekali tidak kurasakan hadirat Tuhan ketika datang beribadah. Setelah mengikuti KKR itu, aku tidak langsung datang beribadah di Gereja Mawar Sharon karena masih ada rasa malas yang masih tersisa di hatiku. Persekutuan yang diadakan oleh Gereja Mawar Sharon juga kuikuti namun tidak rutin. Rasa malas yang sudah membentukku selama setahun benar-benar sulit untuk menghilangkannya dari diriku.


Tahun 2009, pada saat Ps. Philip Mantofa datang kembali ke Kota Bandung untuk KKR "Secret of U", aku mengambil keputusan untuk dibaptis selam untuk pertama kalinya. Aku mulai rutin datang beribadah di Gereja Mawar Sharon Bandung, dimana waktu itu tempat ibadah masih terletak di BTC Fashion Mall lt. P1. Mengikut Yesus lebih sulit dari yang kukira dan ada harga yang harus dibayar untuk itu semua. Bukan sejumlah uang atau materi, tapi lebih ke waktu untuk berkomitmen semakin dekat dengan Tuhan. Memilih untuk kesenangan hati milik pribadi atau waktu yang lebih berkualitas dengan Tuhan, itu adalah pilihan juga. Hasilnya memang tidak akan terlihat secara instan karena di dalam Tuhan tidak ada yang instan, harus ada proses yang menyertainya. Tuhan tidak mau aku hanya kembali mendekat sekedar beribadah kepada-Nya. Berbagai peristiwa yang terjadi membuatku untuk selalu mengingat-Nya dan mengandalkan-Nya dalam kehidupanku terutama setelah memasuki dunia pekerjaan. Dunia pekerjaan lebih menekankan pada ego masing-masing orang dimana setiap orang memiliki kepentingannya sendiri. Persahabatan yang dulu sangat erat, hanya karena pekerjaan semuanya bisa hancur. Aku pernah mengalami pengalaman tidak mengenakkan hanya karena hal sepele yang mengakibatkan persabahatan itu menjadi rusak. Sakit hati itu pasti dan juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa memaafkannya. Sekarang aku sudah memaafkan mereka yang telah menyakitiku karena Tuhan telah lebih dulu memaafkan dosaku di atas kayu salib. Disaat seperti itulah, aku memerlukan komunitas yang bisa membangun hidupku menjadi lebih baik.


Komsel demi komsel kuikuti di Gereja Mawar Sharon sampai akhirnya aku menemukan satu komsel, yang saat ini disebut dengan Connect Group. Aku bergabung di CG Pro 7 dengan seorang pemimpin di dalamnya. Awalnya aku hanya bergabung untuk mengisi waktuku yang kosong sepulang kerja. Setelah menjalaninya beberapa kali, aku merasa nyaman berada di sana karena aku tidak diperlakukan seperti orang lain, tetapi seperti keluarga dimana aku bisa saling mendukung satu dengan yang lainnya. Sudah 2 tahun aku bersama-sama dengan CG ini dan banyak hal yang kupelajari dari anggotanya. Aku belajar bagaimana cara orang-orang menghadapi hidup ini bersama dengan Tuhan melalui kesaksian dan sharing yang mereka ceritakan. Aku juga tidak mau hanya menjadi saksi yang hanya mendengarkan dari orang tetapi aku juga ingin mengalaminya sendiri. Aku belajar bagaimana menyerahkan seluruh kehidupanku ke dalam tangan Tuhan. Tidak mudah dan perlu iman di dalamnya, tapi aku tidak mau menyerah menjalani kehidupan ini karena Tuhan selalu besertaku. Ada saat-saat dimana aku merasa tidak sanggup menjalani apa yang kurasakan bahkan aku sempat berpikir untuk mengakhiri hidupku. Aku merasa tidak memiliki pilihan lagi dan aku merasa semua jalan tertutup bagiku. Di saat itu, aku ingat jika perbuatan itu akan membuat hati Tuhan menjadi sedih dan Tuhan sangat membenci perbuatan itu. Saat itu juga, hatiku dikuatkan kembali supaya aku bisa bersemangat menjalani hidup ini. Masih banyak orang lain mengalami hal yang lebih berat dariku dan mereka bisa tetap on fire dalam menjalani hidup ini.


Perjalanan CG selama 2 tahun:
  • Membentuk karakterku menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan ini. Selalu mengucap syukur atas semua hal yang terjadi dalam hidupku. Hal yang baik dan buruk tetap disyukuri karena itu semua akan membuatku menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi di dalam Tuhan.
  • Lebih baik lagi dalam mengontrol emosi yang berlebihan karena segala sesuatu yang dilakukan dengan melibatkan emosi yang tidak terkontrol, tidak akan membuat itu menjadi lebih baik.
  • Mengingat Tuhan dalam setiap waktu yang terjadi. Di saat mengalami waktu yang sulit, ingatlah Tuhan tak akan pernah tinggalkan. Di masa yang senang, Tuhan akan selalu ada di sampingku, apalagi waktu yang sulit. IA rindu aku datang lebih dalam lagi di hadirat-Nya.
  • Minta bantuan pemimpin CG saat ada hal yang mungkin tidak bisa dibicarakan bersama-sama karena mungkin di saat itulah Tuhan tunjukkan jalan yang harus kujalani selanjutnya.
  • Pengenalan akan Tuhan yang lebih mendalam kudapat dari CG dan ibadah di Gereja Mawar Sharon Bandung. Gereja bukan perkara gedung tapi setiap orang yang ada di dalamnya. 

Terima kasih untuk semua teman-teman yang telah hadir dalam hidupku. Aku percaya kalian semua hadir dalam hidupku bukan karena kebetulan tapi karena Tuhan inginkanku belajar dari kalian bagaimana menjalani hidup ini bersama dengan-Nya, selalu mengandalkan-Nya, dan mengucap syukur pada-Nya. Untuk kalian yang pernah menyakiti hatiku, mungkin kalian tidak sadar pernah melakukannya padaku, tapi aku sudah memaafkan kalian. Terima kasih untuk semua teman-teman di Gereja Mawar Sharon yang sudah banyak membantuku membentuk karakter yang semakin serupa dengan Kristus. Terima kasih juga untuk semua orang yang mengajariku bahwa menjadi berkat bagi orang lain adalah sebuah lifestyle. Tidak banyak kata-kata yang bisa kutulis disini tapi aku sungguh bersyukur atas hidupku yang telah Tuhan berikan padaku untuk kujalani. God bless for you all.. 


Ini adalah ceritaku, bagaimana denganmu...??
Ibrani 10:25
"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat."